Kamis, 22 Juli 2021

A Person

Aku mengenal seseorang, sudah bertahun lamanya. Berusaha untuk selalu baik dan selalu ada ketika dibutuhkan. Walaupun tidak jarang teman-teman berteriak kepadaku bahwa yang aku lakukan salah.

Aku mengenal seseorang, sudah sangat dekat rasanya. Hampir tidak ada rahasia diantara kita. Apapun dan kapanpun selalu berbagi dalam suka dan duka. Namun tidak sedekat nadi ternyata, karna banyak hal yang masih belum aku pahami semakin dalam aku mencari.

Aku mengenal seseorang, sudah hampir menyukainya. Menyukai cara berpikir yang berbeda, menyukai segala keanehannya, menyukai sesuatu yang baru untukku. But wait... mungkin aku hanya menyukai caraku dalam menyukainya saja. Ya... terlalu tulus. Maybe that's what I'm searching for.

Kesempatan sering digunakan sebagai pedang oleh seseorang untuk meyakinkan bahwa waktu akan mengizinkannya memiliki jalan lain yang bisa diambil. Terkadang seseorang benar-benar menggunakan kesempatan dengan sangat baik, karena dia sadar bahwa sang waktu tidak akan memberikan kesempatan lainnya jika ia menyia-nyiakan. Namun keberagaman hati seseorang sangat membingungkan. Ya tidak semua orang menggunakan kesempatan dengan baik, entah mungkin karena mereka terlalu percaya bahwa selalu ada kesempatan dalam hidup. Tanpa memikirkan kalau waktu terus berjalan, hidup seseorang akan terus maju dan dia hanya mengulang di titik yang sama. Mengulang disitu saja.

Aku sadar bahwa aku tidak bisa mengharapkan buah mangga akan tumbuh dari pohon apel, karena itu bukanlah jalannya. Aku tidak bisa mengubah kepribadian seseorang yang sudah ia jalani selama hidupnya. Namun aku percaya bahwa semua pohon yang dipupuk dan dirawat dengan baik akan menghasilkan buah terbaik. That's why I believe that people can live better. Ya aku percaya bahwa seseorang dapat memperbaiki hidupnya. Bisa dengan menutup semua lubang yang ada di hidupnya satu persatu, hingga semua terlihat sembuh walaupun tetap terlihat bekas lukanya. Semua itu butuh satu hal yang terpenting, yaitu "usaha".

Aku tidak mengerti, tetapi kurasa dia mencoba. Aku percaya setiap orang melakukan usaha. Yang menjadi pembeda adalah tidak semua orang melakukan usaha terbaiknya. Ada orang yang melakukan usaha agar terlihat berusaha, ada orang yang melakukan usaha hingga batas kemampuannya, ada juga yang tidak berusaha sama sekali. Semua pilihan ini ada di dalam diri seseorang. Mau dibawa kemana jalan hidupnya atau mau menjadi apa dia nantinya. Aku berharap dia tidak memilih pilihan yang salah. Atau bahkan memberikanku pilihan untuk memilih. Karena aku tidak bisa menjamin bahwa pilihanku akan membuat oranglain bahagia.

Mungkin awalnya kulihat dia berusaha. Hanya saja tetap, apple is apple all the time. Membingungkan rasanya ketika seseorang hanya berlari di satu roda yang sama setiap saat. Tidak pernah berada sampai ke puncak, hanya berputar-putar di tempat yang sama walaupun sudah bergerak terlalu jauh. Mungkin bentuknya akan berubah tetapi rasanya akan tetap sama. Aku tidak mengerti bagaimana bisa seseorang merasa puas menjadi dirinya yang biasa-biasa saja bahkan merugikan oranglain. Seperti melihat seseorang bersedih, tetapi dia merasa senang. Melihat seseorang sakit, tetapi dia tertawa bahagia. Melihat seseorang jatuh, tetapi dia melompat gembira.

Kali ini tidak ada pesan yang akan aku tinggalkan.

Rasanya aku telah berada di titik lelahku.

Bukan salah keadaan, semua ini terjadi pada waktu yang tepat.

I thank you, a person that I wish could bring me to a better world

 


Senin, 23 November 2020

The dream

Pernahkah kamu merasa merindukan sesuatu yang bahkan tidak pernah terjadi pada hidupmu?

Pernahkah kamu merasa memiliki sesuatu yang bahkan tidak pernah terlintas di pikiranmu?

Pernahkah kamu mencintai sesuatu yang bahkan tidak pernah kamu rasakan ada di hatimu?

***

Aku terbangun malam itu. Dengan usaha yang sangat keras dan melelahkan. Pertemuan singkat itu, antara aku dan kamu, adalah hal yang mustahil terjadi. Lagi, lagi, dan lagi kamu datang. Tanpa pernah aku harapkan untuk hadir.

Kesadaranku mulai kembali seutuhnya. Mimpi ini sungguh menguras seluruh tenagaku. Lelah rasanya menjalani hal yang tidak pernah terjadi dalam hidupku. Setelah kuhitung, sudah beberapa tahun lamanya kita tidak berjumpa. Tapi senyum itu, masih sangat jelas dalam ingatan.

Kembali lagi aku ke dalam lamunan lama. Menyatukan serpihan kecil ingatan antara kita berdua. Rasanya sangat samar, karena lebih sedikit hal yang bisa kuingat. Sekeras apapun aku mencoba untuk menghapus memori ini, tetap masih ada yang tertinggal. Ternyata kamu tidak semudah itu untuk kusingkirkan.

Well, bagaimanapun juga rasa pilu ini menjadi satu-satunya pengingatku. Bahwa kamu nyata, pernah benar-benar ada. 

Walau waktu tidak mengizinkan kita untuk terus berjalan bersama. Waktu telah memberikanku banyak pelajaran, bahwa merelakan sesuatu bisa membuatku bahagia. 
Lebih bahagia dari masa itu..

Minggu, 31 Mei 2020

Dear You,

Di matamu masih tergambar jelas
Besar pilu kenangan saat itu
Saat senja mulai berakhir
Gelap malam menyelimuti indah matamu
Tanpa ada warna lain yang menerangi
Hanya hitam yang menemani

Senyum kekecewaan yang kau berikan
Bagaikan pedang yang menancap jantungku
Membuatku diam tak berdaya
Bagaikan garam yang menerpa mataku
Menghasilkan pedih yang menyiksa
Bagaikan tali yang mengikat leherku
Membuatku sulit untuk bernapas

Aku ingin memelukmu untuk waktu yang lebih lama
Agar kamu bisa mengerti sesuatu yang aku rasakan yang tidak dapat aku katakan
Agar kamu mengerti bahwa ini bukanlah hanya tentangku
Semua ini adalah tentangmu, orang yang sangat aku pedulikan

Mungkin kita memiliki sudut pandang yang berbeda
Apa yang menurutku benar, belum tentu benar di matamu
Tapi ketahuilah, aku berusaha melihat segala hal dari sisimu
Ketahuilah bahwa saat kamu berpikir aku telah menyakitimu, aku lah yang terlebih dahulu tersakiti oleh diriku

Maafkan jika kepedulianku menghancurkanmu
Aku tidak bermaksud mengubahmu menjadi seorang monster
Monster yang lahir dari sebuah kekecewaan
Yang menghancurkan dirimu sendiri lebih dalam

Ketahuilah, bagaimanapun itu. 
Aku masih tetap menjadi diriku. 
Diriku yang dulu kamu kenal.

Selasa, 26 Mei 2020

May-Day

Mengawali sebuah cerita bukanlah hal yang mudah. Bukan karena awal sebagai penentu akhir, tetapi karena awal adalah permulaan dari segala hal yang akan terjadi selanjutnya. 
Awal adalah hal yang paling tidak aku sukai. Mengawali sesuatu adalah hal yang paling menyulitkan untukku. Tidak, bukan berarti aku egois sebagai pemeran utama dalam sebuah cerita.
Aku bukanlah orang yang menyukai pertemuan yang harus diakhiri. Walaupun aku tahu bahwa tidak ada hubungan yang kekal di dunia ini dan banyak orang yang berusaha keras mempertahankan hubungan agar tidak menemui akhir.
Setiap proses sudah ditakdirkan pada dimensi yang sudah semestinya terjadi. Aku melihat banyak sekali awal yang datang dalam hidupku, seiring banyaknya hal yang ikut pergi darinya. Aku percaya semua ini sudah menjadi jalan yang seharusnya aku lewati. Tapi melihat semua ini terjadi begitu cepat, membuatku ingin berhenti sejenak. Berhenti dari pilu yang ada, berhenti dari segala kegelisahan yang hadir, dan berhenti dari segala siklus yang dapat menjadikan aku semakin hari semakin takut. Takut akan kehilangan yang teramat besar dalam hidupku. 
Ya, kehilangan jati diriku.
Mungkin hanya perasaanku saja, tetapi rasanya aku kembali (lagi) menyusun benteng pertahanan yang sudah terlihat retak. Banyak perlawanan yang membuat benteng ini lelah menahannya. Banyak sekali goresan luka yang terlihat memenuhinya sehingga benteng tersebut tidak terlihat kokoh sebagaimana mestinya.
Aku bukan tidak menerima kepergian seseorang dari hidupku. Aku selalu menyadari apapun yang datang pada akhirnya akan pergi. Itu adalah rahasia semesta. Walaupun semua ini sangat melelahkan untukku, aku selalu berusaha menerima semua ini dengan akal sehatku. Tapi ternyata tidak hatiku. 
Seperti kata pepatah "dalamnya lautan dapat diukur, dalamnya hati manusia tidak ada yang tahu".
Dan pada akhirnya aku hanyalah kenangan yang tinggal sejenak pada hidup seseorang. Yang hanya lewat tanpa diharapkan..

Jakarta, 25 Mei 2020 21:53

Sabtu, 16 Mei 2020

Hujan

Hai hujan,
Dimana hari ini kau turun? 
Masih dapatkah aku merasakan dinginnya dirimu?
Ramainya teriakanmu
Dan derasnya luapan cintamu
Kepadaku, orang yang selalu menunggumu
Di tempat yang sama saat kau meninggalkanku

Hai hujan,
Apakah cukup matahari menghilangkan segala rasa yang kau berikan?
Dingin yang menusuk
Perih yang membasuh
Kepada setiap orang yang nekat melewatimu
Tapi tidak untukku
Karena kamu adalah hal yang selalu kurindu
Hal yang selalu kuharap bisa mengerti rinduku

Hujan...
Maukah kau berbagi tempat untukku lagi
Agar aku dapat sekali lagi hidup dalam dinginmu
Agar aku dapat sekali lagi mendengar segala teriakanmu
Agar aku dapat terus merasakan kehadiran dirimu di hidupku

Hujan, maaf jika semua ini egois untukmu
Tapi rindu ini sudah tidak bisa lagi ku bendung
Rindu ini sudah berteriak, meronta, dan berharap suatu saat kamu dapat mendengarnya
Walaupun dia tidak tau bagaimana cara menyampaikannya
Walaupun dia hanya bisa berteriak membisu
Dan berharap rindu ini dapat tersampaikan kepadamu

Hujan,
Aku sangat rindu.

Sabtu, 04 April 2020

Not an April Mop

Sangat mudah rasanya untuk mengatakan apa yang ingin kita lakukan. 
Tetapi mengimplementasikan sesuatu adalah hal yang cukup berat. 
(Especially for me)

Malam ini aku termenung di teras rumah, memandang terang bintang di langit. Mencoba menarik diri ke masa lampau. Memikirkan segala hal yang pernah aku harapkan (bisa) terjadi. 

Sesekali aku tersadar bahwa banyak hal yang masih tertinggal. Satu persatu coretan mulai hadir dalam ingatan.

Aku berhenti di satu titik. 
Titik dimana (kurasa) sering menjadi sebuah kegagalan untukku. 
Prioritas yang sering (atau mungkin selalu) aku lupakan. 

Ya, menjadi diri sendiri.
Aku pikir, melihat ke kaca sudah cukup membantu diriku untuk mengenali diri sendiri. 
Sudah hidup selama 22 tahun di dalam tubuh ini dapat membuat aku mengenali diri ini. 
Tapi ternyata tidak. 

Hari demi hari berlalu, aku merasa semakin asing dengan diriku sendiri. Jangan tanya mengapa, karna aku bukanlah pemberi jawaban terbaik dalam masalah ini. 
Yang kutahu adalah, aku terlalu larut dalam memprioritaskan hidup orang lain. Terlalu takut untuk memilih jalan dan berjalan sendiri.
Ya! Ketakutan adalah musuh terbesarku.
Dan aku sangat membenci menjadi seorang pengecut. 
Pengecut yang selalu takut mengecewakan orang lain sehingga mengecewakan diri sendiri. 
Pengecut yang selalu ingin terlihat membahagiakan orang lain sehingga melupakan kebahagiaan sendiri. 
Pengecut yang rela berkorban demi orang lain sehingga mengorbankan diri sendiri.

Tolong...
Cukup aku saja yang menjadi pengecut seperti ini.
Kalian jangan :)

Sabtu, 16 Maret 2019

D a r k

Di dalam gelap, aku berusaha melihat sekitar. Memaksakan mata dan otak untuk bekerja keras. Semua terlihat tampak sama walaupun aku tak bisa menggambarkan dengan jelas di ingatan. Karna hanya warna hitam yang aku dapatkan.

Di dalam gelap, aku berusaha mencari celah. Yang ku harap memunculkan warna sehingga aku tahu dimana bisa keluar. Dan mengantarkanku kembali ke jalan pulang. Yang semestinya aku lewati sebelum terjatuh ke dalam lubang.

Di dalam gelap, aku berusaha menggapai apapun yang dapat kucapai. Entah hal yang akan menolongku atau bahkan malah melukaiku. Tetapi aku menyadari satu hal, bahwa aku tidak benar-benar sendirian di dalam gelap ini. Dan aku percaya apapun yang aku hadapi, baik atau buruk, akan tetap membawaku ke jalan pulang.

Gelap ini menyadarkanku bahwa begitu berharga setitik cahaya yang datang. Sekecil apapun cahaya itu. Dengannya, aku bisa melihat arah yang dapat kucoba untuk lalui. Juga aku bisa melihat dengan samar apa yang ada di sekelilingku.

Gelap ini menyadarkanku,
Bahwa suatu saat, 
Setitik cahaya ini akan mengantarkanku ke jalan menuju cahaya yang sangat besar,
Hingga aku dapat meninggalkan gelap,
Dan kembali pulang.


Percayalah bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini akan menemukan "keindahan" pada waktu yang tepat. 

Tuhan tidak pernah tidur, dan kita tidak boleh berhenti untuk berusaha.

Keep fight and love yourself

Jumat, 15 Februari 2019

Time is up

Waktu terus berjalan, bahkan ketika aku mengharapkan waktu untuk berhenti. Detik demi detik terbuang sia-sia. Kesia-siain ini menjadi semakin menumpuk karena setiap saat semakin bertambah kuantitasnya. Hingga membentuk gunung api yang entah kapan siap untuk meledak. Ledakan yang dahsyat dan dapat menghancurkan apapun di sekelilingnya. Menghancurkan segala hal tanpa pandang mata.

Berharap dapat mengembalikan segala hal yang telah aku sia-siakan. Namun, waktu tetap berjalan walaupun aku memaksa untuk kembali ke masa yang lalu. Waktu tidak pernah menungguku. Berusaha untuk selalu siap menghadapi apapun yang akan terjadi di depan. Membangun benteng yang sedikit demi sedikit aku lakukan walau kaki ini terasa lemas untuk berdiri tegak. Hal yang menjadi sebuah konsekuensi dari sesuatu yang pernah dilalui. Mencoba berbicara kepada diri sendiri "sudahkah siap untuk menghadapi segalanya?".

Tidak. Aku tidak sedang berperang dengan waktu. Tidak juga sedang mencoba memberhentikan waktu. Karena aku tidak akan pernah mampu untuk melakukannya. Aku adalah bagian dari waktu. Aku sedang mencoba berdamai dengan waktu. Perlahan aku coba menikmati apa yang telah waktu berikan untukku. Entah buah yang rasanya manis atau pahit, aku mencoba untuk menghargai apapun yang waktu hasilkan untukku.

Dan waktu akhirnya berhenti. Merupakan hal yang paling membahagiakan melihat senyum di detik terakhir. Berharap senyum itu tetap ada, bahkan ketika aku telah tiada.

The End

Senin, 26 November 2018

Remember

Sore hari ini tidak seperti hari-hari biasanya. Langit tampak begitu gelap, seakan sedang membendung dan ingin menumpahkan segala isinya. Suara gemuruh langit pun lama-kelamaan mulai terdengar seakan berteriak kepada bumi ini. Setelah itu hujan turun sangat deras sampai aku tidak lagi bisa fokus mendengar alunan musik yang sedang kuputar. Aku memutuskan untuk keluar dan menggapai gagang pintu depan, mengamati satu persatu hujan yang turun membasahi halaman depan rumahku. Aku duduk di depan pintu mengamati keindahan yang selalu aku rindukan ini. Hujan terlihat sangat keras menghantam pekarangan hijau di depan rumah, hingga airnya tergenang di atas rerumputan. Tanah sudah tidak sanggup menjalankan fungsinya untuk menyerap air karena begitu banyak dan cepatnya hujan yang menghantam.

Hujan selalu mengingatkan aku dengan diriku sendiri.
Aku, 
yang sering terjatuh di tempat yang sama,
yang sering datang kembali saat sudah selesai,
yang terlalu nyaman dengan keadaan hingga sulit berhenti,
dan Aku,
yang tidak pernah diharapkan untuk datang.

Aku tersadar dari lamunanku ketika seorang satpam melewati depan rumahku dan menegur aku yang sedang duduk termenung di depan rumah. Aku salut dengan satpam tersebut. Dia rela menerjang derasnya hujan demi keamanan oranglain. Padahal dia tidak seharusnya mengorbankan kesehatannya demi oranglain, dia masih tetap dapat melakukan pekerjaannya menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

Dan aku kembali dengan pikiranku,
Tidakkah aku pernah melihat "sedikit" perjuangan seseorang terhadapku?
Aku sering mengabaikan perjuangan seseorang.
Tanpa aku pernah berpikir, apa saja yang sudah orang itu korbankan demi aku
Dan apa yang orang dapatkan setelah mengorbankan dirinya untukku?
Apa aku pantas dengan diriku ini?
Yang selalu memikirkan diriku sendiri,
Yang selalu memberikan prioritas yang tidak jarang salah,
Yang selalu memperjuangkan hal yang tidak sepantasnya aku perjuangkan?
Tidak.
Aku tidak pantas dengan diriku ini.
Aku tidak pantas untuk hidup dengan diriku yang menyedihkan ini.
(At least, menyedihkan buatku)

Hati dan pikiranku seakan asik sendiri untuk sama-sama mengeluarkan pendapatnya. Badanku mulai lelah untuk menanggapi konflik yang semakin meledak di dalam diriku. Aku kembali masuk ke dalam rumah, berusaha untuk menenangkan diri. Teman-temanku sedang tidak ada di rumah, akhirnya kuputuskan untuk kembali ke kamar. Melihat sekeliling yang ada di kamar. Mulai dari lemari, meja rias, meja belajar, kasur, jendela, dan mataku berhenti menatap pemandangan yang kadang tidak aku sadari keberadaannya. Kumpulan foto yang sengaja aku letakkan di kamar. Sungguh banyak sekali kenangan yang ada di dalamnya. Aku duduk dan menatap foto tersebut. Dan konflik mulai terjadi lagi di dalam diriku ini.

Ya, aku sering melupakan mereka.
Mereka selalu disana, di tempatnya
Mereka tidak pernah pergi, bahkan ketika aku pergi
Mereka tidak pernah menghilang, bahkan ketika aku hilang
Sungguh, aku benar-benar orang yang tidak pantas untuk mereka

Aku alihkan pandanganku ke handphone yang ada di depanku ketika handphoneku tepat sekali bergetar dan memunculkan nama mereka di layar. Mereka selalu memberikan kabar secara rutin terhadapku, tapi bukanlah aku yang menjadi pembuka obrolan ini. Mereka selalu ada ketika aku melewati masa-masa tersulitku, tetapi kadang aku tidak mengetahui ketika mereka sedang berada dalam keadaan sulit. Aku dengan diriku yang egois ini, apakah bisa aku membalas semua ini? Entahlah..

Kemudian aku mulai tersadar bahwa selama ini aku melupakan apa yang telah menjadi prinsipku. Selama ini aku hidup, dengan kehidupan yang bahkan terasa aneh untukku. Aku semakin merasa ini adalah bukan diriku yang sebenarnya. Entah sejak kapan aku berubah menjadi oranglain.. Tetapi aku harap oranglain tidak pernah berubah terhadapku (semoga saja).

-Remember why you started-

Rabu, 26 September 2018

S.o.r.r.y.

I'm sorry
For loving you too much
For missing you
I'm sorry for wanting to see you every single day
For always thinking about you before I go to sleep
For feeling upset for not seeing you
For always wanting to be by your side
For wanting to make you happy
For wanting you to be part of my life
For trying so hard just to make you smile
I'm sorry for bothering you
For dreaming about you everyday
I'm sorry for getting sad, mad, and jealous at you
I'm sorry for being just a simple game
Sorry for annoying you in every calls and messages
I'm sorry for caring for you
And I'm sorry for thinking that you actually love me
I'm just sorry for all my mistakes
Good bye.

Be(lie)ve

Kebenaran bukanlah hal yang tidak memiliki keterkaitan dengan kebohongan. aku rasa kata tersebut sama-sama memiliki kekuatan untuk saling melawan, entah yang mana yang akan terlihat di permukaan. Tuhan menciptakan dua hal tersebut di wadah yang sama sehingga keduanya adalah hal yang menjadi pilihan seseorang untuk menjalani hidupnya. pilihan tersebut yang akan menjadi ikon bagi seseorang, akan menjadi peran yang bagaimana di hidupnya bahkan di hidup orang lain. dan percaya adalah hasil yang orang lain dapatkan.
Percaya adalah hal yang sangat sensitif untuk dilakukan. tidak mudah untuk memberikan rasa percaya kepada orang, apalagi sebuah kepercayaan. aku pikir tidak sedikit orang yang tertipu dengan kebenaran yang dilapisi dengan kebohongan, pun aku. bahkan aku pikir segala kata percaya mengandung kebohongan di dalamnya. walaupun kebenaran sering lebih kuat dan dominan, namun kandungan kebohongan akan tetap terlihat suatu saat nanti. aku tidak sedang berbicara tentang titik hitam di atas kertas putih, aku rasa hal tersebut sangat berbeda konteks. buatku adalah setiap manusia tidak perlu menjadi seseorang yang sempurna, maka kesalahan adalah hal yang biasa. mis(take) adalah hal yang menjadi konsekuensi yang kita (akan) dapatkan dalam mengambil suatu keputusan. buatku, kesalahan bukanlah hal yang buruk. berbeda dengan kebohongan. seorang guru selalu mengingatkan aku bahwa lebih baik kita berbuat salah daripada kita menjadi seorang pembohong. karena kesalahan dapat diperbaiki, tapi bagaimana dengan kebohongan? apakah kebohongan dapat diperbaiki dan mengembalikan rasa percaya? aku yakin tidak. karena pada dasarnya, manusia mudah untuk memaafkan tapi tidak melupakan.
Mungkin bohong adalah hal yang harus dilakukan untuk membuat orang percaya. tapi apakah hal tersebut dapat diterima oleh orang banyak? buat aku pribadi tidak. aku sangat tidak setuju dengan istilah "berbohong untuk kebaikan". aku pikir segala kebohongan adalah hal yang salah, tidak ada kebohongan yang baik. yang ada hanyalah orang yang berusaha untuk tetap menjadi baik setelah melakukan kebohongan. karena buatku, bohong akan menjadi suatu identitas apabila selalu dilakukan. tidak hanya bohong. apapun hal yang selalu dilakukan berulang kali akan menjadi suatu identitas yang kita bangun sendiri, dan identitas bukanlah hal yang mudah untuk di hapus. sebut saja sebagai suatu "kepribadian". karena tidak banyak orang yang dapat percaya lagi kepada seorang pembohong.
Aku berbicara seperti ini bukan berarti aku adalah manusia yang tidak pernah melakukan kebohongan. aku pernah melakukan kebohongan. tapi aku selalu berusaha untuk menjadi orang yang jujur kepada setiap orang yang mempercayai aku, karena aku tahu bagaimana rasanya dikecewakan dari suatu kebohongan. sekecil apapun hal itu, aku lebih memilih untuk berkata apa adanya. karena jika hal kecil dilakukan melalui cara bohong, bagaimana dengan hal yang besar? aku percaya bahwa hal benar akan selalu mengalahkan suatu hal bohong.

dan untuk segala kebohongan yang ada,

aku sudah beradaptasi dengan semuanya,

tanpa perlu penjelasan dan kejelasan,

aku akan berusaha untuk mengikhlaskan,

😊


Kamis, 17 November 2016

Loser me?

Sudah lama sekali rasanya aku berdiam di lembaran putih ini. Belum ada keinginan untuk menuliskan sepatah kata pun, bahkan belum ada rencana sama sekali apa yang aku lakukan. aku mungkin adalah orang yang tidak bisa menyusun strategi sebagaimana orang lain melakukannya. aku belum memiliki rencana, semua masih terasa abu-abu dalam hidupku seperti samar dan tidak nyata. hal itu selalu berada di ambang kejenuhanku. kadang, aku merasa harus bertindak melanjutkan alur cerita yang ada. Namun hati kecilku selalu menginginkan aku untuk berhenti karena aku belum pantas untuk memulai menulisnya. Aku bukanlah orang yang pandai dalam menyusun sebuah rencana. Hidupku berjalan begitu saja, seperti air sungai yang mengalir mengikuti arus dan menerjang batuan yang ada. kemudian memasrahkan diri akan berhenti ataupun tidak sama sekali. Dan keadaan tanpa arah ini selalu membantingku kesana kemari, hingga aku tidak merasakan apapun lagi.

Tidak sama sekali.

Ya, aku mati rasa..
Seorang sahabat sering mengatakan padaku untuk berani melakukan sesuatu. Namun, begitu pengecutnya aku tidak berani menggerakkan tinta ini. Mengangkatnya saja aku ragu. Memiliki keinginan saja tidak ada. Hanya dengan tatapan kosong aku terus menatap ke dalam lembaran putih itu. Masih kosong. Ya. K o s o n g. Aku belum memiliki rencana apapun untuk dilakukan. Rencana yang aku buat selalu seperti: aku membuatnya lalu aku menghancurkannya. Kesia-siaan ini membuatku terlalu malas untuk melakukan sesuatu, karena aku lah seorang yang selalu membuat kesalahan atau mungkin kesalahan sangat senang berada di dekatku. Atau mungkin aku adalah bagian dari kesalahan.

Lebih mungkin lagi kalau aku adalah sebuah kesalahan....
Lembaran putih ini memang sengaja aku biarkan kosong, aku tidak ingin mengotori lembaran ini. Terlalu banyak lembaran kotor yang telah aku hasilkan. Aku tidak ingin merusak lembaran apapun kali ini. Aku tidak akan melakukannya. Tak apa, aku menjadi seorang pengecut kali ini. Setidaknya aku menyadari bahwa ini adalah pilihan terbaikku. Aku tidak akan menyentuh lembaran putih ini.
Biar saja lembaran ini selalu putih, bersih.
Aku hanya perlu menjaganya, melihatnya.
Sungguh.
Aku menikmatinya.

Begin.Again.

Senja mungkin tak selalu indah sebagaimana sang penyinar terbit. tapi senja adalah pertanda bahwa sang penyinar akan datang. begitupula akhir, tak akan seindah bagaimana kita mengawalinya. tapi akhir adalah pertanda bahwa awal yang baru akan segera dimulai. Ibaratkan sebuah langit yang gelap. Hal tersebut bukanlah tanda matahari sudah tenggelam atau hujan akan turun dengan badainya. Langit gelap juga pertanda bahwa bulan dan bintang akan menggantikan matahari untuk menerangi alam. Segala hal di dunia ini terjadi bukan dengan satu arti saja. Jangan pernah salah mengartikan suatu hal. Karena hal buruk tidak selalu terjadi dengan awal yang buruk.
Bulan dan bintang hanya bisa bersinar saat malam hari, mereka tidak akan terlihat pada siang hari. Jika direalisasikan dengan hidup, saat masa-masa tersulitmu datang. Waktu tersebut adalah waktu yang tidak pernah kita harapkan, memang. Tapi apakah kita pernah menyangka apabila waktu itulah pembawa semangat kita akan datang? Ingatlah bahwa bulan dan bintang hanya bersinar saat gelapnya malam.
Di dunia ini tidak akan pernah ada dua sisi yang mempunyai kesamaan, tiap sisi pasti memiliki perbedaan. seperti keping logam, keduanya memiliki cerita tersendiri. keduanya memiliki perbedan. tidak selalu perbedaan yang signifikan, tapi kebanyakan seperti itu. semua selalu beranggapan bahwa awal lah yang mengendalikan, bahwa akhirlah yang menjadi hasil. ya..... memang mungkin seperti itu. tapi hasil adalah suatu awal baru yang mengendalikan. hasil tidak bisa ditoleransi. kita tidak dapat beranggapan tentang keindahan, entah awal atau akhir. dua kata tersebut memiliki perbedaan, sangat berbeda. namun, kenapa kita tidak memilih keduanya? menjadi awal dan akhir.

Memang cuma ada satu pilihan di dunia ini, tapi pilihan bukanlah mengenai apa yang kita pilih. 

Pilihan adalah tentang bagaimana pilihan itu memilih diri kita.

Rabu, 27 Januari 2016

Mistakes

Manusia.... tidak ada habisnya jika dibicarakan. tempat dimana kekurangan itu selalu datang dan kelebihan hanyalah sebuah harapan. harapan yang tidak disertai dengan usaha keras, terkadang hanya sebuah harapan semu. tidak untuk semua orang, hanya beberapa. (baca: mungkin termasuk aku di dalamnya)
Aku adalah manusia yang sangat mudah berbuat salah. entah, seakan kesalahan adalah sebuah hal yang harus aku lakukan setiap saat. setiap langkahnya, setiap itulah aku tersandung. walau kadang aku dapat mempertahankan diri, tidak jarang aku terjatuh dan membutuhkan waktu untuk berlangkah lagi. (kemudian tersandung lagi)
Entah sebutan apa yang pantas untukku, tapi percayalah aku selalu memiliki keinginan untuk tidak melakukan kesalahan terus menerus. jenuh rasanya harus menjadi seseorang yang selalu mengecewakan oranglain akibat kekeliruanku. tapi apalah dayaku, hanya kata maaf yang dapat kukeluarkan dan rasa kecewa yang selalu kupendam, kecewa akan diriku sendiri. aku tidak dapat memperkirakan, pastinya semua rasa kekecewaan masih terus terasa dan setiap saatnya terus membakar seluruh ingatanku.

Kesalahan terbesarku adalah mengecewakan seseorang yang menyayangiku. tidak dapat terhitung banyaknya kesalah itu, yang pasti semua terasa semakin banyak setiap harinya. aku tidak mengerti mengapa hal itu terjadi. hingga ada saat dimana semua rasa kecewa menghancurkan sesuatu yang ada di dalamnya. sesuatu yang seharusnya masih aku dapatkan hingga saat ini. ya aku mengerti semua kesalahanku sudah terlalu fatal untuk dimaafkan. saat itu lah aku mengerti bahwa "sikap semua orang tidak selalu sama". aku mengerti arti sebuah kesempatan yang harusnya tidak disia-siakan. aku mengerti bahwa sebuah perjuangan bukan untuk dikecewakan. aku mengerti, kehilangan sebagian darinya membuatku kehilangan diriku sendiri. aku mengerti begitu sakitnya kehilangan sesuatu karena kekeliruanku. tidak peduli sebanyak apa aku meminta maaf, yang aku tahu kertas yang sudah dicoret tetap akan berbekas walau sudah dihapus. yang aku tahu juga bahwa kertas tersebut tidak akan sebersih awalnya. yang aku tahu juga kertas itu akan menjadi sebuah sampah nantinya.
Aku sungguh kehilangan arah untuk memperbaiki kerusakan ini. aku sudah tidak tahu apakah aku pantas menjadi orang yang selalu diberikan kesempatan kedua, ketiga, keempat, atau kesempatan yang lainnya. aku juga tidak tahu apakah aku dapat dengan baik memanfaatkan kesempatan itu. aku.... sungguhlah seseorang yang hidup dengan segala kekeliruan yang ada.
Dan untuk seseorang yang pernah aku sakiti, jangan pernah menilaiku buruk. karena setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengungkapkan sesuatu. aku lebih baik menyakiti diriku daripada harus menyakiti oranglain.

Maaf..... mungkin kata itu tidak cukup, tapi percayalah kata itu tulus dari hatiku.
Aku minta maaf telah menjadi parasit di hidupmu.

Jumat, 26 Juni 2015

peoples come and go

Setiap orang punya bagiannya masing-masing di hidup kita. ga semua orang mengisinya dengan kebahagiaan, ada pula yang mengisinya dengan kesedihan. karna setiap orang punya takarannya masing-masing untuk memberikan kita suatu 'pelajaran' dalam hidup. pelajaran yang gapernah kita dapetin di sekolah, di rumah, di tempat les, di lingkungan masyarakat, atau dimanapun itu. karena pelajaran paling berharga adalah pelajaran yang kita tidak pernah mencari, tapi Tuhan yang memberi. hanya saja Tuhan menggunakan suatu perantara yang kita tidak pernah menduganya. well, begitu banyak orang yang ada di hidup kita yang datang tanpa kejelasan dan pergi memberi seribu jawaban. emang bukan hal yang enak buat dibayangin, tapi bukannya emang ga ada hubungan yang abadi di dunia ini? ya kan? ya dong. btw orang-orang yang dimaksud di atas tuh bukan cuma pacar yaaaa, bisa juga teman, sahabat, atau apalah kita menyebutnya. ya tapi kita gabisa nyalahin orang itu juga kalo dia pergi, kita harus bisa berpikir realistis. dia pergi karna emang waktunya udah abis sama kita. ibaratkan guru, 'materinya udah selesai'. kalaupun ga berakhir dengan baik yaaa jangan dibalas dengan suatu dendam atau kemarahan apapun itu. karena seseorang datang untuk pergi, bertahan itu pilihan guys bukan suatu keharusan. yaudah yuk kita coba bahas satu persatu.
Mungkin adalah hal yang paling menyenangkan punya banyak teman pada suatu masa, tapi yakinkah di masa yang lain mereka akan tetap sama? belum tentu. mereka juga punya banyak hal yang harus dijalani. kalo suatu saat mereka pergi, terus tiba-tiba ketemu like stranger bangettt, yaudah gausah sedih, marah, kesel. biasa aja kan semua orang pasti bertemu orang baru yang kadang membuatnya 'lupa sekitar'. kita harus tetap senang karena dia udah bisa hidup lebih bahagia *mungkin*. dan mungkin lebih menyedihkan lagi kalo orang yang kita udah sebut "sahabat" tiba-tiba pergi, gapernah meet-up atau kumpul lagi. iya sedih pastiiii. biasanya hadapin masalah bareng, tapi sekarang sendirian. perbedaan terkadang membawa suatu kesedihan, tapi itu tergantung pemikiran masing-masing ajasih. jangan mikir yang aneh-aneh, mungkin dia udah gapernah dateng karena dia udah lebih dewasa dan bisa nyelesein masalahnya sendiri. mungkin juga dia pengen kita dewasa dan nyelesein masalah kita sendiri juga. ya banyak kemungkinannya sih. makanya harus banyak mikir yang baik-baik. tapi tetep harus berdamai dengan kenyataan ya, kalo emang dia pergi karena sesuatu yang gabisa diselesaikan dengan baik yaudahlah. mungkin Tuhan memberikan kita petunjuk bahwa dia bukanlah orang yang tepat untuk dijadikan seorang sahabat.
Next, apaya ini hmmmm pacar ya? ya kalo inisih penilaian orang pastinya beda-beda. karena setiap orang punya keinginan masing-masing ya tapi yang pasti bangettt sama, ga ada orang yang pengen disakitin sih. hmm iya ga sih? well, kita selalu melakukan sesuatu yang terbaik kalo soal ini. kita gamau ada satu kesalahan yang kita lakuin. bagi sebagian orang, pacar lebih berharga daripada teman atau sahabat, karena suatu saat nanti teman dan sahabat akan meninggalkan kita demi pasangannya right? tapi kita juga ga harus kok ngelakuin segalanya dengan sempurna buat pacar kita, karena sesempurna apapun itu kalo dia emang bukan yang terbaik ya sama ajakan. terkadang Tuhan tuh kasih pelajaran ke kita gapernah diduga. kita perjuangin seseorang tapi kenyataannya orang itu malah ninggalin kita gitu aja, atau ada orang merjuangin kita banget tapi kita malah gapernah peduliin. tapi emang begitukan proses mencari. kegagalan dengan orang sebelumnya bukan menjadi penghalang buat kita hidup di masa yang akan datang, jadiin pelajaran kalo hidup ini perlu perjuangan. sama kaya mau bahagiain orangtua, harus berjuang dulu kan buat dapetin apa yang mereka mau? nah sama seperti itu. hasil itu berbanding lurus dengan perjuangan yang udah kita lakukan. tapi kalo nemuin suatu kegagalan ya jangan sedih berlebihan. toh cuma pacar doang kan? gausah sedih segitunya lah kalo pergi, mungkin bukan jodoh. seorang teman pernah berkata "cinta itu bukan rasa sakit, tapi kebahagiaan. kalo kalian merasa sakit ya tinggalin, itu bukan cinta".
Hidup ini bukan tentang siapa yang paling lama bertahan, memberi berjuta kebahagiaan, atau apapun yang 'terlihat sempurna' lainnya. hidup ini tentang siapa yang tetap disini dengan kesederhanaan dan menerima segala kekurangan kita. kebahagiaan itu bukan masalah waktu, tapi bagaiamana caranya kita mensyukuri apa yang sedang/telah terjadi. sedih itu sama sekali ga berguna kalo bahagia lebih bermanfaat.

Think again, 

Think better.

Senin, 20 April 2015

Okay?

It's okay....
It's okay....
It's okay....
It's okay....
It's okay....
It's okay....
It's okay....
Im not really sure what the meaning of that but..
A long time ago, I thought that...
Sometimes, men or women couldnt tell the real of what their feeling was with her/his people they loved. It's not because she/he doesnt love that people. It's about the feeling of their loved will be sad or worry if they tell him/her. You know, it's just like you said I love you on a knife roads. It bleed everymoment you did it. But you still said that you were fine at all. That a bullshit thing ever. Helooo. Cant you realize? You are going to kill your self every second. Just because you dont want to be left by them. Oh God, thats so funny. There are so many kind people, why didnt you leave? Find the better one. You know, if it just kills you every moment. Its not love. Love never hurt you.
But now I know...
Thats not the real answer. Not really. But I think that statement its just like hmmm I love you, but trust me that I was killed by it every day. Every hour. Every second. And if you give me a chance to choose between my souls or your souls. Im sure, I dont need my souls without yours. So, I'll choose yours. I didnt care how much Im bleeding. But all I know if I loved you I have to victimize my self. No matter what. Love is blind. Yep, true. You will do everything to see the smile of the people you loved. You didnt care how much it kills your souls. You didnt care how much you wanna cry and cry. You didnt care how much your heart scream like "im tiredddd". You didnt care how much your heart bleed, hurt, and you lost it. Its like you never care about your feeling anymore. But in that situation, you still said "it's okay. im okayyy". You smile and then he/she believe you. And then it bleed more.
It's okay....
It's okay....
It's okay....
It's okay....
Not okay....
Im not okay....
Sure.........
Im not okay....
Hmmm I think (sometimes) it's okay means you're not okay on your way. You are really not okay at all. But you still said that no matter it hurts, cause love was paralyzed your feeling. Even you knew, you still did it everyday. Cause it just one way to show you loved him/her very much. You provide happiness for him/her even you never get it back. You just act like you were happy. But deep inside, your heart screaming every second you believe that you were fine.
Friends,
Your journey is too useless if you wasting your time with people you never feel happy with him/her. Find someone better.
Your destiny has been written. 
Dont worry.

Senin, 29 Desember 2014

Glass

Hidup itu ga cuma lurus, sama seperti jalan raya. Pasti ada belokan, tanjakan, turunan, bahkan lubang. Ga semudah itu menghadapi hidup, untuk itu kita memerlukan seseorang untuk membantunya.
Kadang setiap manusia menghadapi suatu masalah seperti koala. Dia tetap berjalan santai sesuai keinginannya, gapeduli ada apapun di sekitarnya karena dia hanya fokus terhadap tujuannya. Walaupun ada singa besar yang ingin menghampirinya, koala tetap berjalan santai. Apabila singa itu sudah berlari kencang dan semakin mendekat, barulah koala berlari pelan. Ya, cuma pelan. Tetapi koala langsung memilih pohon terdekat untuk dipanjat dan bersinggah. Setelah amat, ia akan meninggalkan pohon itu dan mencari pohon yang lebih baik.

Sama seperti manusia, apabila ada masalah yang datang selama masalah itu kecil akan diabaikan. Sekecil apapun masalah, jangan anggap remeh. Ibarat bom kecil, walaupun kecil tapi jika meledak ledakannya bisa jadi lebih hebat dari bom besar. Ibarat virus, walaupun kecil tapi lebih mematikan daripada hewan buas lainnya. Karena yang kecil bahkan tak terlihat, justru lebih menyulitkan.

Apabila masalah itu membesar dan telah mencapai klimaks, orang tersebut pasti akan berlari. Berlari ke tempat yang paling dekat dan cepat ia gapai. Tanpa mempedulikan apakah tempat itu layak untuk dirinya berlindung. Mencoba mencari bantuan untuk menonaktifkan bom yang kini telah berkembang menjadi granat besar yang siap meledak. Walaupun hal itu bukan hanya sekedar bantuan, tapi juga mengikutsertakan oranglain dalam masalah kita. Nope, selama wajar. Kita emang butuh orang lain buat memberi advice to be a better person.

Apabila masalahnya selesai, orang tersebut akan meninggalkan yang terdekat dan terus mencari yang terbaik. Tanpa meninggalkan kata terima kasihnya, tanpa mempedulikan yang terdekat, bahkan bergegas melupakannya. Dan tanpa ia sadari, ia telah melukai perasaannya. Mungkin yang terdekat akan berusaha selalu ada, tapi apakah seperti kelihatannya? Tidak. Gelas kaca yang retak, mungkin masih terlihat wujudnya. Tapi apakah masih berguna fungsinya? Tidak. Sama seperti hubungan yang retak. Bagaimanapun bentuknya, fungsinya sudah tidak ada. Sama sekali tidak ada. Jadi untuk apa mempertahankan sesuatu yang sudah tidak ada gunanya lagi? Sekedar pencitraan agar terlihat hebat? That's bullshit slut. That's not me.

Perasaan seseorang itu bening, sekali lagi seperti GELAS KACA. Semua orang dapat melihat apa yang ada di dalamnya. Jadi, tidak usah berpura-pura. Jalan keluarnya cuma ada 2, membuangnya atau membiarkannya pecah. Walaupun memang ada kemungkinan untuk memperbaikinya, tapi luka tetaplah luka. Sakitnya mungkin hilang, bekasnya tetap ada.

Senin, 01 Desember 2014

Disappointed

Kecewa...mungkin adalah sebuah kata terakhir yang mewakili perasaan seseorang terhadap suatu hal buruk yang terjadi. Terkadang kekecewaan membawamu dalam pembelajaran berharga, namun kadang kekecewaan dapat menghancurkan segala hal kasat mata. Bukan kesalahanlah yang membuat orang pergi, tapi justru kekecewaan. Mungkin kesalahan seseorang dapat dengan mudah dimaafkan kemudian dilupakan begitu saja, tapi bagaimana dengan kekecawaan? Apakah semudah itu melupakannya? Jawabannya adalah tidak. Rasa kecewa memang bisa ditutupi, tapi bekasnya tidak akan pernah mati. Bagaimana jika seseorang yang sangat kau percaya mengecewakanmu? Entahlah..

Kecewa..mungkin adalah salah satu cara seseorang tersenyum dalam tangisan. Tersenyum karena kenyataan telah membantu menunjukkan siapa orang jahat yang bertopeng, dan menangis karena merasa terbodohi oleh kepercayaan yang pernah diberikan kepada orang tersebut. Memang tidak ada manusia yang luput dari suatu kesalahan, tapi bukankah kesalahan terjadi karena kecerobohan? Jika dia ceroboh, maka dia menginginkan hal itu terjadi. Setidaknya kita dapat berusaha dengan keras untuk tidak mengecewakan oranglain. Apa gunanya membuat orang kecewa? Tentu tidak ada hal baik. Mungkin hanya hal baik yang sesaat, kemudian selanjutnya muncul hal buruk. Hidup ini selalu berputar, takdir selalu menunggu di depan.

Kecewa..adalah lawan dari percaya. Apabila kepercayaan seseorang disia-siakan, maka kekecewaan yang akan menggantikan. Kepercayaan seseorang itu ibarat sebuah kertas putih. Kita bebas menuliskan apapun diatas kertas tersebut selama itu benar, namun bagaimana jika salah? Mungkin bisa dihapus, tapi lihatlah tulisanmu itu masih meninggalkan bekas walaupun sudah dihapus. Membuat warna kertas putih itu pudar..pudar..dan kemudian tidak seperti semula. Seperti itulah kepercayaan. Apabila kapasitas kepercayaan telah habis, kekecewaanlah yang menggantikan. Bukan hal yang mudah memberikan kepercayaan kepada seseorang, jadi tidak salah apabila seseorang kevewa karena kepercayaannya disia-siakan.

Kecewa..mungkin tidak banyak orang yang benar-benar dapat merasakannya, karena seseorang sering mingikuti arah logikanya pergi hingga lupa dengan yang ia rasakan. Tapi lambat laun, perasaan kecewa yang terkumpul dan mengendap dalam hati akan menjadi bom waktu. Bom yang dapat meledak kapan saja, tidak peduli dimana dan dengan siapa. Dan saat itulah ia menyadari bahwa rasa kecewa lebih pedih dibanding apapun.

Don't trust too much
Don't hope too much
Don't give too much
Don't love too much
Cause that too much can hurt you so much

Jumat, 31 Oktober 2014

Firasat

Firasat........ adalah cara manusia berbicara dengan alam. Sejak dilahirkan ke dunia, manusia menguasai bahasa dengan alam. Namun lama kelamaan kemampuan itu luncur karena tidak pernah digunakan lagi. Manusia mulai belajar bahasa yang telah dibuat sendiri sehingga melupakan bahasa alam. Terkadang, kita tidak pernah mempedulikan apa yang alam katakan. Padahal alam selalu memberi pertandanya untuk kita. Kita selalu mengacuhkan apa yang alam sudah katakan, kesombongan kitalah yang membuat komunikasi dengan alam lama kelamaan menghilang.
Firasat........ dia datang di saat yang tidak tepat. Membuat seseorang larut dalam dunianya. Sulit sekali mengartikan sebuah firasat yang entah benar atau tidak keberadaannya. Bahkan firasat itu bisa sampai menghantui kehidupan seseorang.... entah itu sebuah pertanda untuknya ataupun untuk orang lain. Tapi yang kita tahu, firasat hanya pikiran kelam yang sudah tertimbun lama dan kemudian muncul lagi di permukaan. Keberadaannya sudah tidak diakui, hanya dibiarkan bagai angin yang menerpa debu di jalan.
Firasat........ kadang banyak orang yang menghiraukan. Tapi alam tidak pernah lelah memberikan pertanda. Alam menyayangi kita sehingga selalu memberi tahu apa yang akan terjadi kepada kita, namun itulah kendalanya.... kita tidak memiliki bahasa yang sama. Semakin keras kamu mencari, semakin sulit kamu mengerti arti firasat itu. Karena sebanyak apapun alam memberikan pertanda untuk kita, kita tak akan pernah tahu jawabannya.
Firasat........ membuat seseorang pasif di dunia nyata karena terlalu aktif dalam pikirannya. Tapi pikiran itulah yang sering menyalahartikan pertanda. Firasat tidak pernah salah, kita lah yang salah mengartikan. Namun itulah kesulitannya, tidak semudah itu memulai (lagi) komunikasi dengan alam. Tidak semudah itu mendapat jawaban dari satu pertanyaan yang kita inginkan. Begitu besar usaha yang harus dikeluarkan.
Karena............. kesombongan kita telah menghancurkan hubungan kita dengan alam.

Sabtu, 04 Mei 2013

LAPORAN PENELITIAN PENGARUH AIR TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG TANAH (SISWI SMA NEGERI 80 JAKARTA)



LAPORAN PENELITIAN
PENGARUH AIR TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG TANAH



A.      PENDAHULUAN

1.               Latar Belakang Masalah

Setiap makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan, membutuhkan nutrisi dan kondisi yang sesuai dengan kebutuhannya untuk melakukan pertumbuhan. Misalnya saja tumbuhan akan membutuhkan air, unsur hara dan sinar matahari untuk tetap hidup dan berkembang, walaupun kadar yang dibutuhkan akan berbeda untuk setiap jenisnya.
Kadar air yang dibutuhkan sebuah tanaman berbeda-beda, harus sesuai dengan kebutuhan tanaman tersebut. Jika kadar air yang diberikan berlebihan atau terlalu banyak akan mengganggu proses pertumbuhan tanaman, begitu pula jika kadar air yang diberikan kurang juga akan mengganggu pertumbuhan tanaman tersebut.
Ketersediaan unsur-unsur pendukung hidup ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tumbuhan yang mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan keadaan lingkungan yang mendukung tentunya akan tumbuh dan berkembang dengan lebih baik dari pada tumbuhan yang asupan nutrisinya kurang.
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi antara faktor-faktor dalam dan luar. Faktor dalam adalah faktor yang terdapat dalam tubuh organisme, antara lain sifat  genetik yang ada di dalam gen dan hormon yang merangsang pertumbuhan. Sedangkan faktor luar adalah faktor lingkungan. Potensi genetik hanya akan berkembang apabila ditunjang oleh lingkungan yang cocok.
Penyiraman tumbuhan sehari sekali adalah sangat sering dilakukan. Disini kami akan melakukan penelitian perkembangan dan pertumbuhan tumbuhan yang disiram sekali dalam sehari dan tumbuhan yang disiram dua kali dalam sehari. Tumbuhan yang kami gunakan adalah kacang tanah.


                                                                                             Jakarta, 4 Mei 2013





                                                                                     SISWI SMAN 80 KELAS X6


2.             Rumusan Masalah

a.      Bagaimanakah pengaruh penyiraman air terhadap pertumbuhan kacang tanah?
b.      Kacang tanah tidak terlalu membutuhkan air yang banyak, tapi apakah
penyiraman kacang tanah empat hari sekali dapat mempersubur tanaman?


     3.      Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh kadar air yang dibutuhkan oleh tanaman kacang tanah dan bagaimana reaksi yang ditimbulkan oleh kacang tanah apabila air yang diberikan terlalu banyak dan terlalu sedikit.


      4.      Manfaat Penelitian
Diharapkan, baik pembaca maupun peneliti mampu memahami tentang proses pertumbuhan yang terjadi pada tanaman kacang tanah, serta dapat mengetahui dan memahami apa saja faktor yang mempengaruhi pertumbuhan suatu tanaman.



B.      LANDASAN TEORI

a)      FAKTOR INTERNAL
        1. Auksin
          Hormon yang dihasilkan pada embrio dalam biji (koleoptil). Hormon auksin yang pertama kali diisolasi adalah IAA (indole acetic acid) atau asam indol asetat. Sebagian besar IAA disintesis di ujung batang, ujung akar, ujung tunas, daun muda, bunga dan buah, seta sel-sel kambium. Auksin berperan di dalam:
  •  pengatur pembesaran sel dan memacu perpanjangan sel di daerah belakang meristem ujung.
  •  merangsang pembelahan sel-sel cambium.
  •  meningkatkan perkembangan bunga dan buah.
  •  merangsang perkembangan akar lateral.
  •  menyebabkan pembengkokan batang.
  •  pembentukan akar adventif pada tanaman yang dibiakkan dengan setek.
  •  pembentukan buah partenokarpi.
  •  menghambat pembentukan tunas samping (lateral).
  • mempercapat terjadinya diferensiasi di daerah merstem dan daerah pengguguran (absisi).

2.    Giberelin
Giberelin ditemukan pada semua bagian tanaman, misalnya pucuk batang, ujung akar, bunga, buah, dan terutama pada biji. Fungsi giberelin adalah:
  •  merangsang pembelahan sel.
  •  merangsang aktivitas enzim amylase dan proteinase yang berperan dalam perkecambahan.
  •  merangsang pembentukan tunas.
  •  menghilangkan dormansi biji.
  •  merangsang pertumbuhan buah  secara parthenogenesis.

     3. Sitokinin
Sitokinin dapat ditemukan pada jaringan yang membelah. Sitokinin yang pertama ditemukan adalah kinetin. Struktur kimia sitokinin lebih sederhana dari pada giberelin dan auksin. Sitokinin yang umum digunakan adalah kinetin. Selain kinetin, contoh sitokinin adalah zeatin (ditemukan pada jagung) dan BAP (6-benzilaminorpurin). Fungsi sitokinin adalah:
  •  merangsang pembelahan sel (sitokinesis).
  •  merangsang pembentukan tunas pada batang maupun pada kalus.
  •  menghambat efek dominasi apical oleh auksin.
  •  mempercapat pertumbuhan memanjang.
4. Gas Etilen
          Etilen adalah gas yang dikeluarkan terutama oleh buah yang sudah tua. Jika buah tua diletakkan di tempat tertentu maka buah akan cepat masak. Hal ini disebabkan karena buah tersebut mengeluarkan gas etilen yang mempercepat pemasakan buah. Selain itu etilen juga menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal untuk menahan pengaruh angin. Kombinasi etilen dengan auksin dapat memacu pembungaan pada mangga dan nanas. Kombinasi etilen dengan giberelin dapat mengatur tumbuhnya bunga jantan dan bunga betina.

       5. Asam Abisat
Tidak semua hormon pada tumbuhan berfungsi memacu pertumbuhan, karena ada beberapa yang justru menghambat pertumbuhan. Secara umum fungsi asam abisat adalah:
Ø menghambat pembelahan dan pemanjangan sel.
Ø menunda pertumbuhan atau doemansi, sehingga membantu tumbuhan bertahan dalam kondisi yang buruk.
Ø merangsang penutupan mulut daun pada musim kering, sehingga mengurangi aktivitas transpirasi.
Ø membantu peluruhan daun pada musim kering, sehingga tumbuhan tidak kekurangan air melali transpirasi.


       6. Asam Traumalin
          Asam traumalin dianggap sebagai hormon luka, karena merangsang pembelahan sel-sel di bagian tumbuhan yang luka.

       7. Kalin
      Hormon kalin berfungsi merangsang pembentukan organ tumbuhan. Hormon ini dibedakan atas rizokalin untuk merangsang pembentukan akar, kaulokalin merangsang pembentukan batang, flokalin merangsang pembentukan daun, dan antokalin/ florigen merangsang pembentukan bunga.



b)      FAKTOR EKSTERNAL
a.      Nutrien
Tumbuhan membutuhkan nutrien untuk pertumbuhan dan perkembangan. Nutrien atau zat makanan terdiri dari unsur-unsur atau senyawa-senyawa kimia. Nutrien yang diperlukan merupakan sumber energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuahan.
Nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut unsure makro (makronutrien). Contoh unsur makro adalah karbon, hydrogen, oksigen, nitrogen, sulfur, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium. Sedangkan nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (mikronutrien). Coontoh unsur mikro adalah klor, besi, boron, mangan, seng, tembaga, dan molybdenum.

b.      Air
Air dibutuhkan tumbuhan sebagai pelarut bagi kebanyakan reaksi dalam tubuh tumbuahan dan sebagai medium reaksi enzimatis. Pada tumbuahan yang kekurngan air akan meningkatkan sintesis asam absisat. Sebagai pelarut air juga mempengaruhi kadar enzim dan substrat sehingga secara tidak langsung mempengaruhi laju metabolisme.

c.       Cahaya
Selain berpengaruh terhadap proses fotosintesis, cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan setiap organ atau terhadap keseluruhan tumbuhan secara langsung.
Keadaan gelap berpengaruh terhadap bentuk luar tumbuhan dan laju panjangnya. Tumbuhan yang diletakkan ditempat gelap akan tumbuh lebih cepat dari pada yang diletakkan di tempat yang terkena cahaya. Akan tetapi, tumbuahan menjadi pucat karena kekurangan klorofil, kurus dan daun tidak berkembang. Tumbuhan seperti itu mengalami etiolasi. Dalam keadaan tidak ada cahaya, auksin merangsang pemanjangan sel-sel, sehingga tumbuhan tumbuh lebih panjang. Sebaliknya, dalam keadaan banyak cahaya, auksin mengalami kerusakan sehingga tumbuhan tumbuh lebih pendek.

d.      Suhu Udara
Suhu berpengaruh terhadap kerja enzim, sehingga juga berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan. Perubahan suhu dapat mempengaruhi pertumbuhan yang meliputi reproduksi, fotosintesis, respirasi, dan transpirasi. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menghambat proses tersebut. Suhu optimum yang paling baik untuk pertumbuhan adalah 10-30oC. umumnya tumbuhan tidak tumbuh di bawah suhu 0oC dan di atas 40 oC.


e.      Oksigen
Kandungan oksigen mempengaruhi pertumbuhan organisme. Oksigen mempengaruhi pertumbuhan bagian tumbuhan di atas tanah maupun pertumbuhan akar yang berada di dalam tanah. Tanah yang gembur mempunyai kemampuan besar dalam menyimpan oksigen. Jika kandungan oksigen banyak maka pertumbuhan akar tumbuhan semakin baik.

f.        Kelembapan
Kelembapan udara dan tanah berpengaruh dalam proses pertumbuhan. Kelembapan udara mempengaruhi proses penguapan air yang berhubungan dengan penyerpan nutrien. Jika kelembapan udara rendah, penguapan akan meningkat sehingga penyerapan nutrient akan semakin banyak. Keadaan ini akan memacu pertumbuhan tanaman.



C.      METODOLOGI PENELITIAN
1.      Variabel Penelitian
  • Variabel bebas        : Jumlah air
  • Variabel terikat       : Pertumbuhan kacang tanah
  • Variabel terkontrol : Suhu, gelas air mineral, jumlah kacang disetiap                                                                             gelas air mineral, cahaya, kelembaban, banyaknya (ml) air, media tanah.

2.      Alat dan Bahan
*                 Alat :
  •  Gelas Aqua 2 buah
  •  Penggaris
  • Tali Rafia
  • Sendok makan
  • Label 2 lembar
*                Bahan:
  •  6 buah Kacang tanah    
  •  Air
  •  Tanah secukupnya

3.      Cara Kerja
*      Percobaan:
  •  Siapkan dua buah gelas aqua
  •  Masukkan tanah secukupnya pada setiap gelas aqua
  •  Letakkan sebuah kacang tanah di tengah bagian tanah yang ada di dalam gelas aqua secara menyebar
  •  Beri nomor gelas aqua dengan menggunakan label
  •  Pada kacang nomor satu, siram dengan sepuluh sendok makan air. Dan pada kacang nomor dua, siram dengan lima sendok makan air.
  •  Ulangi pernyataan di atas setiap hari. Tetapi pada kacang nomor satu disiram air setiap dua kali sehari dan kacang nomor dua disiram air setiap sehari sekali.
  •  Amati pertumbuhan kacang tanah setiap minggu selama 6 minggu
  •  Catat dan laporkan hasilnya

4.      Setting (Lokasi) dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dimulai pada tanggal  8 Maret sampai dengan 19 April 2013 dirumah salah satu peneliti.

D.     HASIL dan PEMBAHASAN
*      
Hasil
Setelah biji kacang hijau direndam selama 2 jam, mengakibatkan berakhirlah masa dormansi.  Maka dimulailah fase perkecambahan pada biji kacang hijau. Setelah diamati maka diperoleh hasil sebagai barikut :

Minggu
Ke-

Jumlah air yang disiram
10 sendok makan (2x1)
5 sendok makan (1x1)
1
-
0,5 cm
2
-
2,5 cm
3
-
4,7 cm
4
Biji membusuk
7,3 cm
5
Biji membusuk
8,9 cm
6
Biji membusuk
10,4 cm

*      
Pembahasan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, kacang tanah tidak termasuk ke dalam tanaman yang membutuhkan banyak air. Apalagi tempat atau lokasi penanaman berada di kelembaban yang baik. Kelembaban juga menghasilkan air maka kacang tanah tidak membutuhkan banyak air apabila kelembaban tempat atau lokasi penanamannya mendukung untuk pertumbuhan. Semakin banyak air yang disiram, semakin tidak terkontrol pertumbuhan dan perkecambahan biji. Sehingga biji menjadi busuk dan tanaman menjadi mati. Pada minggu ke 7 sampai ke 9, kami melakukan penelitian kembali dengan cara menyiram tanaman kacang tanah sekali dalam empat hari. Kami ingin mengetahui sejauh mana tanaman kacang dapat bertahan dengan kelembaban. Dan hasilnya, tanaman kacang tanah menjadi layu daunnya namun batangnya masih sedikit tegak. Ternyata kelembaban yang cukup dan bagus belum tentu menjadikan tanaman tumbuh subur. Tanaman juga membutuhkan keseimbangan kelembaban dan air. Apabila unsur-unsur  dan faktor-faktor pendukung tidak seimbang, maka hasil pertumbuhan tanaman tidak akan baik.



E.      PENUTUP
1.      Kesimpulan
Air memang dapat menyuburkan tanaman. Namun pemberian air harus sesuai dengan kadar yang diperlukan tanaman, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Begitupula dengan kelembaban, namun apabila kelembaban dan air yang diberikan tidak setara dan seimbang maka itu semua hanya membuat pertumbuhan kacang tanah menjadi terganggu. Bukan hanya air dan kelembaban saja, faktor pendukung lainnya juga harus seimbang agar pertumbuhan semakin baik.

2.      Saran
Kami mengharapkan dilakukannya penelitian lanjutan mengenai pengaruh air terhadap pertumbuhan kacang tanah untuk informasi yang lebih tepatnya. Yang lebih penting juga, jangan hanya pengaruh kelembaban dan air. Masukan lebih banyak faktor pendukung lainnya agak penelitian ini semakin memperjelas proses pertumbuhan. Misalnya:
·        Pengaruh kelembaban dan cahaya matahari
·        Perbedaan proses pertumbuhan tanaman kacang tanah menggunakan media tanah dan kapas
·        Pengaruh suhu terhadap kesuburan tanaman
·        dsb




LAPORAN HASIL PENELITIAN TANAMAN KACANG TANAH


D
I
S
U
S
U
N

O
L
E
H
:

1. DWI RAHAYU (@dwrhy)
2. FAKHRIYAH ELITA (@fakhriyahElita)
3. NI’MAH TOZAHRO (@nimahTZ)
4. RANTI ARISSA PUTRI
5. YUNITA AYU (@ayunitaAS)
6. ZULFA AMELIA (@zulfaAmell)