Sabtu, 04 Mei 2013

LAPORAN PENELITIAN PENGARUH AIR TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG TANAH (SISWI SMA NEGERI 80 JAKARTA)



LAPORAN PENELITIAN
PENGARUH AIR TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG TANAH



A.      PENDAHULUAN

1.               Latar Belakang Masalah

Setiap makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan, membutuhkan nutrisi dan kondisi yang sesuai dengan kebutuhannya untuk melakukan pertumbuhan. Misalnya saja tumbuhan akan membutuhkan air, unsur hara dan sinar matahari untuk tetap hidup dan berkembang, walaupun kadar yang dibutuhkan akan berbeda untuk setiap jenisnya.
Kadar air yang dibutuhkan sebuah tanaman berbeda-beda, harus sesuai dengan kebutuhan tanaman tersebut. Jika kadar air yang diberikan berlebihan atau terlalu banyak akan mengganggu proses pertumbuhan tanaman, begitu pula jika kadar air yang diberikan kurang juga akan mengganggu pertumbuhan tanaman tersebut.
Ketersediaan unsur-unsur pendukung hidup ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tumbuhan yang mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan keadaan lingkungan yang mendukung tentunya akan tumbuh dan berkembang dengan lebih baik dari pada tumbuhan yang asupan nutrisinya kurang.
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hasil interaksi antara faktor-faktor dalam dan luar. Faktor dalam adalah faktor yang terdapat dalam tubuh organisme, antara lain sifat  genetik yang ada di dalam gen dan hormon yang merangsang pertumbuhan. Sedangkan faktor luar adalah faktor lingkungan. Potensi genetik hanya akan berkembang apabila ditunjang oleh lingkungan yang cocok.
Penyiraman tumbuhan sehari sekali adalah sangat sering dilakukan. Disini kami akan melakukan penelitian perkembangan dan pertumbuhan tumbuhan yang disiram sekali dalam sehari dan tumbuhan yang disiram dua kali dalam sehari. Tumbuhan yang kami gunakan adalah kacang tanah.


                                                                                             Jakarta, 4 Mei 2013





                                                                                     SISWI SMAN 80 KELAS X6


2.             Rumusan Masalah

a.      Bagaimanakah pengaruh penyiraman air terhadap pertumbuhan kacang tanah?
b.      Kacang tanah tidak terlalu membutuhkan air yang banyak, tapi apakah
penyiraman kacang tanah empat hari sekali dapat mempersubur tanaman?


     3.      Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh kadar air yang dibutuhkan oleh tanaman kacang tanah dan bagaimana reaksi yang ditimbulkan oleh kacang tanah apabila air yang diberikan terlalu banyak dan terlalu sedikit.


      4.      Manfaat Penelitian
Diharapkan, baik pembaca maupun peneliti mampu memahami tentang proses pertumbuhan yang terjadi pada tanaman kacang tanah, serta dapat mengetahui dan memahami apa saja faktor yang mempengaruhi pertumbuhan suatu tanaman.



B.      LANDASAN TEORI

a)      FAKTOR INTERNAL
        1. Auksin
          Hormon yang dihasilkan pada embrio dalam biji (koleoptil). Hormon auksin yang pertama kali diisolasi adalah IAA (indole acetic acid) atau asam indol asetat. Sebagian besar IAA disintesis di ujung batang, ujung akar, ujung tunas, daun muda, bunga dan buah, seta sel-sel kambium. Auksin berperan di dalam:
  •  pengatur pembesaran sel dan memacu perpanjangan sel di daerah belakang meristem ujung.
  •  merangsang pembelahan sel-sel cambium.
  •  meningkatkan perkembangan bunga dan buah.
  •  merangsang perkembangan akar lateral.
  •  menyebabkan pembengkokan batang.
  •  pembentukan akar adventif pada tanaman yang dibiakkan dengan setek.
  •  pembentukan buah partenokarpi.
  •  menghambat pembentukan tunas samping (lateral).
  • mempercapat terjadinya diferensiasi di daerah merstem dan daerah pengguguran (absisi).

2.    Giberelin
Giberelin ditemukan pada semua bagian tanaman, misalnya pucuk batang, ujung akar, bunga, buah, dan terutama pada biji. Fungsi giberelin adalah:
  •  merangsang pembelahan sel.
  •  merangsang aktivitas enzim amylase dan proteinase yang berperan dalam perkecambahan.
  •  merangsang pembentukan tunas.
  •  menghilangkan dormansi biji.
  •  merangsang pertumbuhan buah  secara parthenogenesis.

     3. Sitokinin
Sitokinin dapat ditemukan pada jaringan yang membelah. Sitokinin yang pertama ditemukan adalah kinetin. Struktur kimia sitokinin lebih sederhana dari pada giberelin dan auksin. Sitokinin yang umum digunakan adalah kinetin. Selain kinetin, contoh sitokinin adalah zeatin (ditemukan pada jagung) dan BAP (6-benzilaminorpurin). Fungsi sitokinin adalah:
  •  merangsang pembelahan sel (sitokinesis).
  •  merangsang pembentukan tunas pada batang maupun pada kalus.
  •  menghambat efek dominasi apical oleh auksin.
  •  mempercapat pertumbuhan memanjang.
4. Gas Etilen
          Etilen adalah gas yang dikeluarkan terutama oleh buah yang sudah tua. Jika buah tua diletakkan di tempat tertentu maka buah akan cepat masak. Hal ini disebabkan karena buah tersebut mengeluarkan gas etilen yang mempercepat pemasakan buah. Selain itu etilen juga menyebabkan pertumbuhan batang menjadi tebal untuk menahan pengaruh angin. Kombinasi etilen dengan auksin dapat memacu pembungaan pada mangga dan nanas. Kombinasi etilen dengan giberelin dapat mengatur tumbuhnya bunga jantan dan bunga betina.

       5. Asam Abisat
Tidak semua hormon pada tumbuhan berfungsi memacu pertumbuhan, karena ada beberapa yang justru menghambat pertumbuhan. Secara umum fungsi asam abisat adalah:
Ø menghambat pembelahan dan pemanjangan sel.
Ø menunda pertumbuhan atau doemansi, sehingga membantu tumbuhan bertahan dalam kondisi yang buruk.
Ø merangsang penutupan mulut daun pada musim kering, sehingga mengurangi aktivitas transpirasi.
Ø membantu peluruhan daun pada musim kering, sehingga tumbuhan tidak kekurangan air melali transpirasi.


       6. Asam Traumalin
          Asam traumalin dianggap sebagai hormon luka, karena merangsang pembelahan sel-sel di bagian tumbuhan yang luka.

       7. Kalin
      Hormon kalin berfungsi merangsang pembentukan organ tumbuhan. Hormon ini dibedakan atas rizokalin untuk merangsang pembentukan akar, kaulokalin merangsang pembentukan batang, flokalin merangsang pembentukan daun, dan antokalin/ florigen merangsang pembentukan bunga.



b)      FAKTOR EKSTERNAL
a.      Nutrien
Tumbuhan membutuhkan nutrien untuk pertumbuhan dan perkembangan. Nutrien atau zat makanan terdiri dari unsur-unsur atau senyawa-senyawa kimia. Nutrien yang diperlukan merupakan sumber energi dan sumber materi untuk sintesis berbagai komponen sel yang diperlukan selama pertumbuahan.
Nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah banyak disebut unsure makro (makronutrien). Contoh unsur makro adalah karbon, hydrogen, oksigen, nitrogen, sulfur, fosfor, kalium, kalsium, dan magnesium. Sedangkan nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut unsur mikro (mikronutrien). Coontoh unsur mikro adalah klor, besi, boron, mangan, seng, tembaga, dan molybdenum.

b.      Air
Air dibutuhkan tumbuhan sebagai pelarut bagi kebanyakan reaksi dalam tubuh tumbuahan dan sebagai medium reaksi enzimatis. Pada tumbuahan yang kekurngan air akan meningkatkan sintesis asam absisat. Sebagai pelarut air juga mempengaruhi kadar enzim dan substrat sehingga secara tidak langsung mempengaruhi laju metabolisme.

c.       Cahaya
Selain berpengaruh terhadap proses fotosintesis, cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan setiap organ atau terhadap keseluruhan tumbuhan secara langsung.
Keadaan gelap berpengaruh terhadap bentuk luar tumbuhan dan laju panjangnya. Tumbuhan yang diletakkan ditempat gelap akan tumbuh lebih cepat dari pada yang diletakkan di tempat yang terkena cahaya. Akan tetapi, tumbuahan menjadi pucat karena kekurangan klorofil, kurus dan daun tidak berkembang. Tumbuhan seperti itu mengalami etiolasi. Dalam keadaan tidak ada cahaya, auksin merangsang pemanjangan sel-sel, sehingga tumbuhan tumbuh lebih panjang. Sebaliknya, dalam keadaan banyak cahaya, auksin mengalami kerusakan sehingga tumbuhan tumbuh lebih pendek.

d.      Suhu Udara
Suhu berpengaruh terhadap kerja enzim, sehingga juga berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan. Perubahan suhu dapat mempengaruhi pertumbuhan yang meliputi reproduksi, fotosintesis, respirasi, dan transpirasi. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan menghambat proses tersebut. Suhu optimum yang paling baik untuk pertumbuhan adalah 10-30oC. umumnya tumbuhan tidak tumbuh di bawah suhu 0oC dan di atas 40 oC.


e.      Oksigen
Kandungan oksigen mempengaruhi pertumbuhan organisme. Oksigen mempengaruhi pertumbuhan bagian tumbuhan di atas tanah maupun pertumbuhan akar yang berada di dalam tanah. Tanah yang gembur mempunyai kemampuan besar dalam menyimpan oksigen. Jika kandungan oksigen banyak maka pertumbuhan akar tumbuhan semakin baik.

f.        Kelembapan
Kelembapan udara dan tanah berpengaruh dalam proses pertumbuhan. Kelembapan udara mempengaruhi proses penguapan air yang berhubungan dengan penyerpan nutrien. Jika kelembapan udara rendah, penguapan akan meningkat sehingga penyerapan nutrient akan semakin banyak. Keadaan ini akan memacu pertumbuhan tanaman.



C.      METODOLOGI PENELITIAN
1.      Variabel Penelitian
  • Variabel bebas        : Jumlah air
  • Variabel terikat       : Pertumbuhan kacang tanah
  • Variabel terkontrol : Suhu, gelas air mineral, jumlah kacang disetiap                                                                             gelas air mineral, cahaya, kelembaban, banyaknya (ml) air, media tanah.

2.      Alat dan Bahan
*                 Alat :
  •  Gelas Aqua 2 buah
  •  Penggaris
  • Tali Rafia
  • Sendok makan
  • Label 2 lembar
*                Bahan:
  •  6 buah Kacang tanah    
  •  Air
  •  Tanah secukupnya

3.      Cara Kerja
*      Percobaan:
  •  Siapkan dua buah gelas aqua
  •  Masukkan tanah secukupnya pada setiap gelas aqua
  •  Letakkan sebuah kacang tanah di tengah bagian tanah yang ada di dalam gelas aqua secara menyebar
  •  Beri nomor gelas aqua dengan menggunakan label
  •  Pada kacang nomor satu, siram dengan sepuluh sendok makan air. Dan pada kacang nomor dua, siram dengan lima sendok makan air.
  •  Ulangi pernyataan di atas setiap hari. Tetapi pada kacang nomor satu disiram air setiap dua kali sehari dan kacang nomor dua disiram air setiap sehari sekali.
  •  Amati pertumbuhan kacang tanah setiap minggu selama 6 minggu
  •  Catat dan laporkan hasilnya

4.      Setting (Lokasi) dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dimulai pada tanggal  8 Maret sampai dengan 19 April 2013 dirumah salah satu peneliti.

D.     HASIL dan PEMBAHASAN
*      
Hasil
Setelah biji kacang hijau direndam selama 2 jam, mengakibatkan berakhirlah masa dormansi.  Maka dimulailah fase perkecambahan pada biji kacang hijau. Setelah diamati maka diperoleh hasil sebagai barikut :

Minggu
Ke-

Jumlah air yang disiram
10 sendok makan (2x1)
5 sendok makan (1x1)
1
-
0,5 cm
2
-
2,5 cm
3
-
4,7 cm
4
Biji membusuk
7,3 cm
5
Biji membusuk
8,9 cm
6
Biji membusuk
10,4 cm

*      
Pembahasan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, kacang tanah tidak termasuk ke dalam tanaman yang membutuhkan banyak air. Apalagi tempat atau lokasi penanaman berada di kelembaban yang baik. Kelembaban juga menghasilkan air maka kacang tanah tidak membutuhkan banyak air apabila kelembaban tempat atau lokasi penanamannya mendukung untuk pertumbuhan. Semakin banyak air yang disiram, semakin tidak terkontrol pertumbuhan dan perkecambahan biji. Sehingga biji menjadi busuk dan tanaman menjadi mati. Pada minggu ke 7 sampai ke 9, kami melakukan penelitian kembali dengan cara menyiram tanaman kacang tanah sekali dalam empat hari. Kami ingin mengetahui sejauh mana tanaman kacang dapat bertahan dengan kelembaban. Dan hasilnya, tanaman kacang tanah menjadi layu daunnya namun batangnya masih sedikit tegak. Ternyata kelembaban yang cukup dan bagus belum tentu menjadikan tanaman tumbuh subur. Tanaman juga membutuhkan keseimbangan kelembaban dan air. Apabila unsur-unsur  dan faktor-faktor pendukung tidak seimbang, maka hasil pertumbuhan tanaman tidak akan baik.



E.      PENUTUP
1.      Kesimpulan
Air memang dapat menyuburkan tanaman. Namun pemberian air harus sesuai dengan kadar yang diperlukan tanaman, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Begitupula dengan kelembaban, namun apabila kelembaban dan air yang diberikan tidak setara dan seimbang maka itu semua hanya membuat pertumbuhan kacang tanah menjadi terganggu. Bukan hanya air dan kelembaban saja, faktor pendukung lainnya juga harus seimbang agar pertumbuhan semakin baik.

2.      Saran
Kami mengharapkan dilakukannya penelitian lanjutan mengenai pengaruh air terhadap pertumbuhan kacang tanah untuk informasi yang lebih tepatnya. Yang lebih penting juga, jangan hanya pengaruh kelembaban dan air. Masukan lebih banyak faktor pendukung lainnya agak penelitian ini semakin memperjelas proses pertumbuhan. Misalnya:
·        Pengaruh kelembaban dan cahaya matahari
·        Perbedaan proses pertumbuhan tanaman kacang tanah menggunakan media tanah dan kapas
·        Pengaruh suhu terhadap kesuburan tanaman
·        dsb




LAPORAN HASIL PENELITIAN TANAMAN KACANG TANAH


D
I
S
U
S
U
N

O
L
E
H
:

1. DWI RAHAYU (@dwrhy)
2. FAKHRIYAH ELITA (@fakhriyahElita)
3. NI’MAH TOZAHRO (@nimahTZ)
4. RANTI ARISSA PUTRI
5. YUNITA AYU (@ayunitaAS)
6. ZULFA AMELIA (@zulfaAmell)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar